+62 851 7215 2007

cileuleus.cisayong@gmail.com

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Desa Cileuleus Gelar Berbagai Perlombaan hingga Do’a Bersama

CILEULEUS – Kemeriahan dan kekhidmatan menyelimuti Desa Cileuleus, Kecamatan Cisayong, saat warga bahu-membahu menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Acara yang berlangsung selama dua hari penuh, mulai Senin (29/06/2026) hingga Selasa (30/06/2026), sukses menyedot antusiasme ratusan warga dari berbagai kedusunan.

Rangkaian acara yang sarat akan nilai religius dan kearifan lokal ini dirancang untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat syiar Islam di kalangan generasi muda.

Hari Pertama: Semangat Generasi Muda dan Cahaya Obor yang Membakar Jiwa

Kemeriahan dimulai pada Senin pagi (29/06) dengan prosesi pembukaan resmi yang dihadiri oleh Kepala Desa Cileuleus, Ketua MUI, Ketua DMI, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta para Alim Ulama. Tak berselang lama setelah dibuka, suasana langsung meriah dengan dimulainya Perlombaan Madrasah Diniyah (Madinah). Anak-anak dengan penuh percaya diri menampilkan kemampuan terbaik mereka, mulai dari lomba Adzan, Pildacil, Tahfidz, hingga Murrotal,.

“Melalui lomba Madrasah Diniyyah ini, kita ingin mencetak generasi muda Desa Cileuleus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang kokoh,” ujar salah satu panitia penyelenggara.

Memasuki malam hari, suasana Desa Cileuleus berubah menjadi lautan cahaya. Ratusan warga turun ke jalan mengikuti Pawai Obor. Sambil menggemakan selawat dan takbir, lambaian api obor yang dibawa berjalan keliling desa menciptakan pemandangan yang eksotis sekaligus menggetarkan jiwa, menandai pergantian tahun dengan penuh rasa syukur.

Hari Kedua: Harmoni Nada, Tradisi Kuliner, dan Doa Bersama

Keseruan berlanjut pada Selasa pagi (30/06). Panggung utama diguncang oleh penampilan ibu-ibu dalam Lomba Qosidah. Alunan rebana dan vokal yang merdu saling bersahutan, membawa nuansa damai. Serta Bapak-bapak yang melantunkan Kumandang Adzan. Di sudut lain, kepulan asap beraroma gurih mulai tercium berkat dimulainya Lomba Liwet antara Para Muda Mudi. Kreativitas Anak Muda diuji dalam meracik nasi liwet khas Sunda yang lezat dan disajikan dengan penuh kebersamaan.

Menginjak siang hari, giliran Lomba Tumpeng yang mencuri perhatian. Berbagai kreasi tumpeng dengan hiasan yang estetik dipamerkan sebelum akhirnya dinilai oleh dewan juri.

Sebagai puncak sekaligus penutup dari seluruh rangkaian acara, warga berkumpul dengan khusyuk untuk melaksanakan Istigosah. Do’a bersama dan Dzikir yang dipimpin Ketua MUI ini ditujukan untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kemakmuran bagi seluruh warga Desa Cileuleus di tahun yang baru ini. Acara kemudian resmi ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba.

Peringatan Tahun Baru Islam di Desa Cileuleus ini tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga bukti nyata betapa kuatnya gotong royong dan lestarinya tradisi Islam di Desa Cileuleus.

 

Label:

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca artikel lainnya